Home Diary Muslimah Yang Berharga dari Manusia

Assalamualaikum muslimah cantik kesayangan Allah…

Apa yang paling berharga yang kita miliki?

Harta yang banyak? Setiap tahun ganti gadget, setiap bulan harus punya baju baru, atau setiap minggu bisa jalan-jalan ke Mall?

Paras yang cantik? Fisik yang sempurna, tinggi semampai, putih mulus yang mungkin nyamuk aja kepeleset di kulitnya, atau bentuk mata yang besar dan hidung yang mancung? Paras yang setiap mata memandang semua mata tertuju padanya? Atau bahkan sampai gonta ganti pacar karena banyak yang tertarik?

Kepintaran dan kekuatan yang dimiliki melebihi orang-orang lainnya?

Oke, tentang yang berharga dari manusia ini, kita lihat mana yang paling berharga dari manusia.

Siapa manusia yang paling kaya yang pernah ada di muka bumi ini? Siapa? Bill Gates? Mark Zuckerberg?

Eitsss ada yang lebih dari itu loh, siapa? Itu loh yang bahkan kunci-kunci dari penyimpanan hartanya aja harus dipikul setidaknya 10 orang berbadan besar. Coba searching searching…

Yayayaaaa…bisa jadii…yaaaaa betuuul dia adalah Qarun.

Dialah Qarun yang Allah sebut dalam Al-Qur’an sebagai hamba yang Allah lebihkan perbendaharaan hartanya :

“Sesungguhnya Qarun termasuk kaum Musa, tetapi dia berlaku zalim terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya, ”Janganlah engkau terlalu bangga. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang membanggakan diri.”

Qarun ini dikenal sebagai orang yang selalu berbangga dengan kekayaannya, bahkan suka memamerkan kekayaannya, tapi coba lihat bagaimana Allah membalikkan keadaannya dengan cara yang tragis akibat kesombongannya itu.

Berbagai sumber menjelaskan bahwa harta-harta Qarun itu ditenggelamkan ke bumi oleh Allah dengan membuat lubang yang akhirnya menelan harta-harta Qarun beserta Qarunnya sendiri. Jadilah istilah harta-harta yang “tidak sengaja” ditemukan dari bumi dianggap sebagai harta “Karun” hehehe (kita juga kayanya ketemu uang seribu nyelip di dompet juga dibilang harta karun ya? :p )

Terbukti ya, harta sebanyak apapun, yang cukup untuk berapa turunan sekalipun akan tetap mengalahkan kekuasaan Allah. Setelah jasad berada di liang kubur, apa akan menjadi berharga?

Subhanallah… Allah telah menciptakan semua manusia dengan kesempurnaannya sendiri-sendiri, maka mereka yang di mata manusia terlihat fisiknya tidak sempurna itu bukan mereka tidak sempurna tetapi karena Allah menciptakannya secara sempurna dengan bentuk yang seperti itu. Jangan kaget bila mereka teman-teman kita yang difabel punya kemampuan lainnya yang tidak dimiliki oleh kita yang berfisik “sempurna”.

Coba lihat, ada mereka yang maaf tidak punya kaki atau tangan tapi bisa melukis dengan indahnya lewat mulutnya, atau mereka yang tidak bisa melihat tetapi mampu menghafal Al-Qur’an dari usia yang muda, bahkan mereka yang tidak punya kaki dan tangan tetapi mampu mengenyam pendidikan tinggi dan bahkan menjadi motivator bagi mereka-mereka yang fisiknya lengkap.

Artinya, mereka bersyukur dengan apa yang ada dalam diri mereka, mengeluh, ya mungkin ada tapi tidak sebanyak optimisme mereka dalam menjalani hidup ini. Maka, sebaliknya, kita harus bersyukur dengan fisik yang “sempurna” ini dengan mengoptimalkan apa yang ada dalam diri kita untuk berkarya dan beribadah dengan optimal.

Sejatinya, hal yang paling berharga dari manusia adalah akhlakul karimah yaitu akhlak yang mulia, karena sesungguhnya Allah itu hanya melihat bagaimana ketaqwaan manusia. Kalau kita peduli dengan penilaian manusia, harusnya kita lebih lebih peduli lagi dengan penilaian Allah Sang Pencipta manusia. Kecantikan fisik, kekayaan harta, semuanya hanya titipan dan akan kembali lagi kepada Sang Pemiliknya, Allah, tetapi kecantikan akhlak adalah yang terus menerus akan kita bawa dan pengaruhnya tidak akan pernah habis pertanggung jawabannya.

Berbagai pujian dari orang-orang terdekat atau lingkungan seharusnya tidak melenakan kita dan menjadikan kita merasa lebih dari orang lain, karena bahkan dalam pujian sahabat Rasulullah yakni Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a menyarankan untuk membaca doa :

اللَّهُمَّ لا تُؤَاخِذْنِي بِمَا يَقُولُونَ، واغْفِر لِي مَا لَا يَعْلَمُونَ واجْعَلْنِي خَيْراً مِمَّا يَظُنُّونَ

“Ya Allah, jangan Engkau menghukumku disebabkan pujian yang dia ucapkan, ampunilah aku, atas kekurangan yang tidak mereka ketahui. Dan jadikan aku lebih baik dari pada penilaian yang mereka berikan untukku.”

 Maka jadikan setiap pujian itu adalah dalam rangka memperbaiki ke-tawadhu’-an dari diri kita, baik itu pujian secara fisik atau non fisik. Sembunyikan segala kebanggaan fisik hanya ditujukan untuk terus bersyukur kepada Allah dan memohon ampunan Allah. Bahkan dalam bersedekah saja dianjurkan kita untuk menutupi besaran atau kegiatan sedekah itu sendiri, bukannya sedekah secara terang-terangan itu tidak boleh atau menjadi tidak terhitung amalnya, tetapi apa yang kita harapkan dari sedekah itu? Apakah karena hanya ingin dilihat manusia sementara balasan Allah lebih kekal adanya?

Menutup aurat merupakan salah satu kewajiban kita sebagai muslimah dan menjadi cara bersyukur kita kepada Allah dengan fisik sempurna yang Allah berikan, inilah bentuk kasih sayang Allah. Adanya hijab dan jilbab yang menutupi aurat kita adalah upaya Allah melindungi perempuan dari segala fitnah dan perbuatan yang tidak baik. Jadi yang seharusnya bukan menjilbabkan hati dulu baru mengulurkan jilbab untuk menutup aurat, tetapi menutup aurat dengan mengulurkan jilbab dahulu beriringan sambil memperbaiki akhlak diri kita.

Hargai diri kita dengan memperbaiki akhlak kita, karena sejatinya kehidupan ini hanyalah arena kita dalam memperbanyak kebaikan dan ladang bagi kita untuk mengumpulkan nilai ibadah, amal yang baik, dan kepatuhan akan perintah Allah untuk menuju kehidupan abadi di akhirat. J

Allahumma yaa muqallibal quluub tsabbit qalbii ‘ala diinik wa ‘ala tho’aatik (Ya Allah yang Maha Pembolak balik hati, tetapkanlah hati kami kepada agamaMu dan ketaatan kepadaMu) aamiin

Similar articles

Leave a Reply

3 × 5 =